ICT DALAM DUNIA PENDIDIKAN - My files - File Catalog - SDN BEDAHAN ONLINE
Selasa, 2016-12-06, 5:35 AM
Selamat Datang Guest | RSS

SDN BEDAHAN ONLINE

Bagian kategori
Polling Situs Kami
Bagaimana Pendapat Anda Tentang Website SDN Bedahan?
Total Jawaban: 40
Statistik

Total online: 1
Tamu: 1
Pengguna: 0
Form Masuk

File Catalog

Main » Files » My files

ICT DALAM DUNIA PENDIDIKAN
2010-03-16, 10:04 AM

I. Konsep/konstruk

Sekolah merupakan sebuah institusi dengan salah satu tugas yang diembannya adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) masa depan yang bermutu dan berdaya guna. Dalam prosesnya, sekolah membutuhkan sumber informasi yang mutakhir dan selalu terkini. Pengembangan implementasi teknologi informasi dan komunikasi di sekolah merupakan upaya yang sudah seharusnya dilakukan.

Komunikasi di sekolah harus terbangun atas dua sisi, komunikasi internal yang utamanya adalah komunikasi antara : siswa-siswa, siswa-sumber belajar, siswa-guru, siswa-kepala sekolah, guru-guru, guru-sumber belajar, dan guru-kepala sekolah. Sedangkan komunikasi eksternal diantaranya adalah komunikasi antara : siswa-masyarakat, guru-masyarakat, kepala sekolah-masyarakat. Orang tua adalah bagian dari masyarakat.

ICT-Information Communication Technology hanyalah sebagai salah satu bagian dari sistem informasi. ICT hanyalah sebagai landasan infrastruktur teknologi yang meliputi hardware, software dan jaringan komunikasi untuk mengambil, mengumpulkan, memproses, dan memberikan output berbentuk content digital. Lebih lanjutnya informasi tersebut didesiminasikan melalui jaringan transmisi data dengan menggunakan berbagai macam jenis peralatan komunikasi (jaringan komputer) baik untuk kebutuhan internal (Intranet) maupun untuk kebutuhan publikasi umum (Internet).

Menerapkan sistem informasi selain membutuhkan dukungan ICT tentunya juga membutuhkan Isi (Content), Prosedur (Procedure), dan Peranan SDM (Role) yang semuanya akan menuju satu kesatuan dari kebutuhan yang diharapkan intitusi. Tanpa adanya proses informasi yang efektif maka institusi tersebut akan tidak dapat mengendalikan lingkungan sekitarnya.

Sistem informasi merupakan seluruh kesatuan proses mulai dari operator sampai dengan manajemen puncak, mulai dari teknis pengelolaan ICT yang kita kenal dengan Transaction Processing System (TPS), Decission Support System (DSS), Management Information System(MIS), sampai dengan Executive Support System (ESS).

Tidak dapat dipungkiri bahwa kita sedang sudah memasuki masa dimana teknologi informasi menjadi bagian yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Dewasa ini informasi merupakan "komoditas primer” yang dibutuhkan orang, seiring dengan semakin canggihnya teknologi informasi dan komunikasi, sehingga lazim dikatakan peradaban pada masa ini merupakan peradaban masyarakat informasi. Menurut Ziauddin Sardar, informasi bukan hanya kebutuhan, melainkan juga dapat menjadi sumber kekuatan. Teknologi informasi dapat menjadi alat terpenting untuk manipulasi dan alat kendali. Ternyata memang, telah menjadi pendapat umum siapa yang menguasai informasi dialah penguasa masa depan. Bahwa kekuatan baru masyarakat bukanlah uang di tangan segelintir orang melainkan informasi ditangan banyak orang (The newsourceof power is not money in the hand of a few, but information in the hand of many). Wujud dari teknologi informasi yang banyak digunakan oleh manusia saat ini diantaranya adalah komputer dan perangkat lainnya seperti internet, jaringan, wireless, hardware dan software. Secara umum komputer dan internet berfungsi sebagai alat untuk berkomunikasi dan alat pengolahan informasi. Sebagai alat komunikasi internet menjadikan dunia tiada batas (borderless) manusia di belahan dunia manapun dapat berkomunikasi dengan mudah dan cepat, misalnya dengan chating dan mail. Bahkan komunikasi langsung tatap muka dengan dunia yang berbedapun sekarang bukan sesuatu yang aneh, misalnya dengan menggunakan video conference. Dengan teknologi komputer informasi menjadi sedemikian mudah untuk diperoleh, enak untuk digunakan, mudah diproses dan lebih efisien. Mengolah dokumen yang banyak menjadi mudah dengan proses scaning, word processing hinggan pencetakan (printing). Itulah teknnologi informasi khususnya komputer yang meski jadi bagian penting dalam kehidupan kita, termasuk untuk pengembangan sekolah.
Sebagai sebuah lembaga pendidikan, tentu saja sekolah harus memicu diri menjadi lembaga yang melek terhadap penggunaan teknologi. Teknologi tidak dipandang dari sudut pandang negatifnya namun sisi positif  teknologi informasi jauh lebih banyak, terutama kepentingannya sebagai media pendidikan. Sebagai sarana pendidikan, komputer harus menjadi bagian untuk mempercepat perolehan pengetahuan dan keterampilan bagi siswa. Seorang siswa yang akan  mencari bahan mata pelajarannya cukup dengan mengakses internet, ribuan bahan tersedia di sana.Banyak lagi manfaat komputer yang lainnya, misalnya untuk mengolah data lembaga, murid, guru, sistem informasi lembaga dan lain-lain.

Pendidikan terus berupaya menyesuaikan dengan perkembangan dan tuntutan global, tak terkecuali pola pendidikan bagi guru. Penggunaan ICT dalam pendidikan dapat dijadikan sebagai alternatif untuk penyelenggaraan pendidikan bagi para calon guru dan para guru profesional. Terdapat beberapa model pembelajaran guru di beberapa negara dengan sistem pendidikan terbuka dengan pembelajaran jarak jauh misalnya : penggunaan Tvplus jurnalistik di Brazil, Pemanfaatan Radio interaktif di Afrika Selatan, Pengembangan kepala sekolah di Burkino Faso Afrika dan penggunaan ICT di Cili. Model yang banyak digunakan oleh beberapa negara adalah dengan pemanfaatan ICT terutama dengan sistem e-learning. Hal tersebut diperkuat dengan terbitnya Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No.107/U/2001 (2 Juli 2001) tentang ‘Penyelenggaraan Program Pendidikan Tinggi Jarak Jauh’, maka perguruan tinggi tertentu yang mempunyai kapasitas menyelenggarakan pendidikan terbuka dan jarak jauh menggunakan e-learning, juga telah diijinkan menyelenggarakannya. Lembaga lembaga pendidikan non-formal seperti kursus-kursus, juga telah memanfaatkan keunggulan e-learning ini untuk program-programnya termasuk program pendidikan guru sedianya dilakukan analisis secara mendalam kemungkinan untuk diterapkan dalam pendidikan jarak jauh dengan menerapkan ICT.

Menurut hasil meta survey yang dilakukan oleh UNESCO, tahun 2004, kebanyakan negara-negara di Asia Tenggara belum memiliki kebijakan khusus tentang ICT untuk pendidikan. Berbeda dengan negara lain di Asia seperti Singapura, Korea, Jepang dan lain-lain. Mengingat permasalahan tersebut, UNESCO tahun 2004 melakukan suatu analisis kebutuhan (needs assessment) tentang hal tersebut.

Indonesia, adalah salah satu negara yang sampai saat ini belum memiliki kebijakan khusus tentang ICT dalam pendidikan. Walaupun memang telah ada Permendiknas No 38 tahun 2008 tentang Pengelolaan TIK di lingkungan Depdiknas. Implementasi dari Permen tersebut sebaiknya mengacu juga pada hasil analisis kebutuhan yang telah dilakukan oleh UNESCO tersebut.

 

Kebutuhan akan multimedia Interaktif semakin dirasakan, mengingat kondisi perkembangan Teknologi Informasi (IT) semakin berkembang pesat. Dalam dunia pendidikan misalnya siswa mulai dari pra-sekolah, SD, SMP dan SMU/SMK dituntut untuk mengenal TI sejak dini. Kebutuhan ini tidak hanya sebagai wacana tetapi dilegalisasi melalui terbitnya Kurikulum 2004 yang memasukkan mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di sekolah, lebih khusus lagi SMK TI secara spesifik mempelajari TI sebagai suatu keahlian produktif. Untuk menunjang masuknya TI di sekolah, pemerintah secara bertahap membantu sekolah-sekolah dengan memberikan perangkat hardawre komputer sebagai alat praktek dan ditunjang dengan diberikannya BOM (Bantuan Operasional Manajemen) yang salah satunya harus dibelanjakan untuk membeli software komputer untuk menunjang pembelajaran TI dan penguasaan materi pelajaran umum dengan bantuan TI. Dengan demikian jelas bahwa kebutuhan bahan pembelajaran berbasis ICT sebagai alat untuk membantu siswa menguasai TI dan materi pelajaran umum lainnya dengan lebih cepat, menyenangkan dan meningkatkan hasil belajar, menjadi kebutuhan yang mendesak untuk tercapainya kualitas pembelajaran yang diharapkan.

Atas dasar pentingnya bahan pembelajaran berbasis ICT yang dirancang oleh guru bagi peningkatan kualitas pembelajaran yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi dan untuk kepentingan publikasi komunikasi dan informasi lembaga, maka sudah menjadi kebutuhan yang mendesak untuk adanya peningkatan kemampuan para pelaku pendidikan/ pelatihan terutama guru untuk memiliki kemampuan dalam merancang multimedia interaktif untuk mengemas berbagai materi-materi pelajaran. Dengan demikian diperlukan adanya kegiatan Pelatihan Pembuatan Multimedia Interaktif berbasis Komputer .

Jenis Kegiatan Pengembangan

Guru memiliki keterbatasan dalam mengajar siswa, walaupun masih banyak hal-hal positif juga yang dapat diperoleh darinya. Di Amerika Serikat, istilah "guru” sering diidentikkan sebagai orang yang memiliki kecakapan di bidangnya, misal kecakapan spiritual, kecanggihan teknologi dan lain-lain. Beberapa keterbatasan itu, di antaranya interaksi yang terbatas karena umumnya kelas diisi banyak siswa.

pendidikan yang baik berhubungan dengan penumbuhan karakter yang mengajarkan nilai-nilai positif bagi siswa. Tetapi yang terjadi selama ini, proses belajar mengajar (PBM) tersebut berlangsung satu arah saja, dari guru kepada murid sehingga yang tercipta adalah ketaatan,  PBM dianggap berhasil jika para siswa taat kepada gurunya, padahal disisi lain siswa dituntut untuk memiliki kreativitas dan sikap kritis yang hanya bisa tumbuh melalui pembebasan. Terkait pembebasan penuh terhadap siswa, bahwa banyak juga pihak yang tidak setuju karena keberadaan guru yang mengajarkan nilai-nilai terhadap siswanya masih dirasa penting guna membentuk pribadi yang bertanggungjawab, yang mampu membetulkan hal yang salah melalui pegangan nilai yang dimilikinya. Terdapat beberapa jenis kegiatan pengembangan kompetensi guru SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK dalam penguasaan ICT untuk diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran, yakni:

  1. Pelatihan Pembuatan Desain Presentasi Multimedia yang meliputi desain pesan dan penguasaan tool multimedia projector.
  2. Pelatihan Pembuatan CD interaktif berbagai Mata Pelajaran
  3. Pelatihan Internet Dasar dan Pemanfaatan Internet sebagai Sumber Belajar Effektif.
  4. Pelatihan Pembuatan Web Blog (Company web dan Personal Web)
  5. Pelatihan Pembuatan Desain web untuk E-Learning dan Learning Management System (LMS)

 

 

 

 

Tujuan Kegiatan Pengembangan

ICT sebagai penggunaan berbagai media yang berbasis komputer, baik dengan jaringan (networking) maupun tanpa jaringan (stand alone) yang mendukung kepada peningkatan mutu proses dan hasil pembelajaran di sekolah.

  1. Para Guru memiliki kompetensi dalam Pembuatan CD interaktif berbagai Mata Pelajaran yang dikuasainya untuk digunakan dalam PBM.
  2. Para Guru memiliki kompetensi dalam penguasaan Internet Dasar dan Pemanfaatan Internet sebagai Sumber Belajar Effektif.
  3. Para Guru memiliki kompetensi dalam Pembuatan Web Blog (Company web dan Personal Web)
  4. Para Guru memiliki kompetensi dalam Pembuatan Desain web untuk E-Learning dan Learning Management System (LMS)

 

Materi Pelatihan

Pelatihan Pembuatan Desain Presentasi Multimedia yang meliputi desain pesan dan penguasaan tool multimedia projector.

  1. Power Point 2003/2007 Basic dan enrichment.
  2. Power Point to Flash (Mengubah file power point menjadi File format SWF) , Articulate Presenter.
  3. Teknik Penggunaan (use) dan pemeliharaan (maintenance) Multimedia Projector (all brand all type)
  4. Prinsip-prinsip desain presentasi sesuai dengan kaidah komunikasi visual Teknologi Pembelajaran.

Pelatihan Pembuatan CD interaktif berbagai Mata Pelajaran

  1. Konsep dasar Multimedia Interaktif (Computer Based instruction)
  2. Teknik pembuatan flowchart dan storyboard
  3. Desain Grafis untuk multimedia interaktif
  4. Programing dengan Macromedia Flash dan Macromedia Director
  5. Animasi dengan Swish Max dan 3D Cool

Pelatihan Internet Dasar dan Pemanfaatan Internet sebagai Sumber Belajar Effektif.

  1. Sejarah internet
  2. Trik Browsing untuk pencarian bahan pembelajaran yang efektif
  3. Mendaftar dan memelihara email
  4. Chatting, Milling List dan News grop
  5. Teknik Download text, ound, animasi dan Video

Pelatihan Pembuatan Web Blog (Company web dan Personal Web)

  1. Konsep, Fungsi dan Manfaat Web Blog
  2. Mendaftar dan mengelola Web Blog
  3. Trik Customis dan Desain Tamplate Web Blog
  4. Managemet web blog sebagai bahan pembelajaran yang efektif

Pelatihan Pembuatan Desain web untuk E-Learning dan Learning Management System (LMS)

  1. Konsep, Prinsip dan Prosedur e-learning
  2. Perancangan naskah untuk e-learning
  3. Desain web dengan Adobe Dreamwever atau Microsoft Front Page
  4. Data Base Management System dengan MySQL
  5. Pemanfaatan e-learning menggunakan Software Open Sources (Moodle, Zoomla, E-Tutor, etc.)

Pelatihan Pembuatan Bahan Ajar Cetak (Printed Material ) berbasis Komputer

  1. Konsep, Prinsip dan Prosedur pembuatan Bahan Ajar cetak Berbasis ICT
  2. Teknik pembuatan brosur, liflet, banner, poster, komik, dll.
  3. Pengolahan Objek Gambar dengan Adobe Photoshop CS
  4. Pembuatan bahan ajar berbasis vektor dengan Corel Draw untuk : mengatur layout, membuat logo.

 

 

Output

  1. Dihasilkannya produk media presentasi hasil rancangan guru yang membuat berbagai mata pelajaran yang dikuasainya mulai IPA, IPS, Matematika, Bahasa, Agama dan lain-lain.
  2. Dihasilkannya naskah-naskah CD Interaktif hasil buatan guru yang dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi produk CD Interaktif.
  3. Dihasilkannya produk CD Interaktif yang inovatif, kreatif, edukatif dan menyenangkan hasil rancangan guru yang membuat berbagai mata pelajaran yang dikuasainya mulai IPA, IPS, Matematika, Bahasa, Agama dan lain-lain.
  4. Dihasilkannya produk media dan sumber belajar yang diambil dari internet hasil pencarian guru yang membuat berbagai mata pelajaran yang dikuasainya mulai IPA, IPS, Matematika, Bahasa, Agama dan lain-lain. Bahan –bahan tersebut berupa : (1) Jurnal dan artikel pendidikan, (2) Hasil-hasil penelitian khususnya PTK, (3) Video pembelajaran, (4) Buku-buku yang bermanfaat dalam bentuk e-book, (5) Foto-foto sebagai bahan pembelajaran serta (6) Animasi bahan pembelajaran dalam bentuk SWF.
  5. Dihasilkannya Web Blog Guru untuk profil pribadi, sekolah mauPun bahan pembelajaran, web e-learning hasil rancangan guru yang membuat berbagai mata pelajaran yang dikuasainya mulai IPA, IPS, Matematika, Bahasa, Agama dan lain-lain, untuk dimanfaatkan oleh siswa.
  6. Dihasilkannya produk bahan ajar cetak hasil rancangan guru yang membuat berbagai mata pelajaran yang dikuasainya mulai IPA, IPS, Matematika, Bahasa, Agama dan lain-lain, berupa : buku, poster, banner, grafik, diagram, dll.

 

III. Dimensi

Pegembangan ICT disekolah berorientasi kepada pelayanan terhadap pengguna jasa (customer) yaitu siswa dan masyarakat. Dimensi yang dibangun adalah keterhubungan berbagai sumber informasi komunikasi yang berujung kepada penyelengaraan pembelajaran yang bermutu dan bernilai guna tinggi. Baik antar komponen di dalam sekolah sekolah maupun dengan luar sekolah (stake holder).

 

IV. Indikator Keberhasilan

Melalui pengembangan ICT di sekolah, diharapkan akan mampu :

  • Meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan ICT untuk menunjang profesionalitas kinerjanya
  • Memotivasi guru agar selalu memperbaharui informasi dan pengetahuan untuk menunjang tugasnya
  • Memberikan pelayanan terbaik dalam proses pembelajaran di sekolah
  • Meningkatkan komunikasi dan informasi terkini bagi guru dan siswa
  • Meningkatkan motivasi belajar siswa
  • Meningkatkan kebermaknaan belajar siswa
  • Meningkatkan mutu proses pembelajaran
  • Meningkatkan hasil proses pembelajaran siswa

 

Peran ICT

Dalam PBM, selain mengajarkan nilai, guru juga mengajarkan data dan informasi. Di sinilah peran teknologi khususnya information and communication technology (ICT) dibutuhkan.

Selama ini PBM terkendala karena jumlah siswa yang mengikuti kelas mencapai puluhan. Hal ini menjadikan PBM tidak optimal, karena data dan informasi yang tersampaikan kepada siswa tidak maksimal. Dalam hal ini, beberapa kasus patut diperhatikan. adalah adanya beberapa siswa yang lambat. Siswa yang lambat bukan berarti ia bodoh, bisa saja ia cerdas tetapi hanya sedikit lambat dalam menerima pengarahan, Di sinilah komputer memahami anak-anak yang lambat dalam belajar, karena gaya belajar hanyalah permasalahan teknis, Dengan menambahkan infrastruktur berupa personal computer (PC)/komputer, siswa akan mampu mengaktifkan semua indera dan sensitifitasnya melalui melihat, mendengar, dan membaca.

 

OLPC

One Laptop Per Child (OLPC) project. OLPC ini,dikenalkan pertama kali oleh Prof. Nicholas Negroponte di Kota Boston, Amerika Serikat. Melalui program OLPC ini, anak-anak berkesempatan untuk mengakses data dan informasi secara langsung dan mandiri. Melalui yayasannya, yaitu Yayasan OLPC, Prof. Negroponte hanya memberikan harga 220 US dollar setiap pembelian lebih dari 10000 laptop. Harga ini, dijelaskannya lebih murah dibandingkan 1 keping CD original Microsoft yang mencapai 500-800 US Dollar. Di seluruh dunia OLPC telah dimanfaatkan di Amerika Selatan terutama Uruguay yang telah memesan 300.000 laptop dan Peru yang telah memesan 100.000 laptop. Di Uruguay, OLPC dimanfaatkan oleh anak sekolah dasar mulai kelas I-VI. Beberapa keunggulan OLPC, di antaranya tahan banting dan air karena dilapisi karet, menggunakan prosesor 433 Mhz AMD Geode, dynamic RAM 256 MB, 1 GB SLC NAND flashmemory on board dengan operating system "skinny” Fedora dari Linux.

Software Bajakan

Dengan memanfaatkan free open source software (FOSS) dalam hal ini Linux,  diharapkan dapat mengurangi angka pembajakan, khususnya di Indonesia. Banyak alasan baik untuk menjustifikasi pembajakan, tetapi hanya satu dasar alasannya yaitu malas mempelajari sesuatu yang lain,Masyarakat Amerika merasa telah banyak memberikan keuntungan kepada Bill Gates, pemilik Microsoft, karena ketergantungannya kepada salah satu lisensi OS terkemukanya, Windows. Mereka enggan memakai software bajakan hanya karena gengsi disebut pencuri, Jika di Indonesia banyak yang menggunakan bajakan, mungkin karena memang tidak malu disebut pencuri, tambahnya. Informasi mengenai OLPC dapat diperoleh di http://wiki.laptop.org.

 

Setelah berbagai upaya telah dilakukan tetapai hassilnya belum terlalu optimal, hal tersebut terjadi karena konsistensi guru dan karyawan tidak cukup kuat untuk optimalisasi ICT, kebiasaan mengajar dan bekerja tidak secara sistematis membuat konsistensi jadi sulit dicapai. Guru dan karyawan terbiasa bekerja dengan cara yang sama bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun lamanya. Sementara kemampuan untuk melakukan inovasi sedikit dimiliki oleh guru dan karyawan karena terbiasa berseragam dalam bekerja.Kemampuan menulis dan membaca juga jadi kendala yang sulit diatasi karena kebiasaan lebih banyak berbicara dalam bekerja, sehingga upaya peningkatan kemampuan menulis dan membaca harus terus ditingkatkan.

pemanfaatan ICT ternyata berdampak terhadap perubahan budaya kerja, sehingga prosesnya harus dilakukan secara berkesinambungan. Guru dan karyawan yang merespon positif, dengan indikasi mau belajar, berlatih meningkatkan kemampuan dalam bidang ICT harus terus didorong lebih optimal dengan memberi tantangan dan pekerjaan yang berdampak pada lingkungan.Transaksi tugas dan pembelajaran harus didorong menggunakan ICT sehingga mau tidak mau semua warga sekolah dapat harus bersentuhan dengan ICT.

Sumber :

§         http://dedidwitagama.wordpress.com

§         http://prasetya.brawijaya.ac.id/jul08.html#yamandu

  • Blogor Bambang Aryan 21 April
  • Cepi Riyana, S.Pd., M.Pd. cheppy@upi.edu.
Category: My files | Added by: rozi45 | Tags: ICT DALAM PENDIDKAN, SDN BEDAHAN, BABAT, BEDAHAN
Views: 7330 | Downloads: 0 | Comments: 1 | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
Name *:
Email *:
Code *:
Slide

Radio Internet
== RADIO RAS FM JAKARTA == RADIO RAS FM JAKARTA ==

== RADIO RASIKA FM SEMARANG == RADIO RASIKA FM SEMARANG==

== RADIO RASIKA FM UNGARAN == RADIO RASIKA FM UNGARAN==

Create a free website with uCoz